Meski sunyi dalam diam …
Ku tahu kau ingin ku dengarkan dalam heningmu
Hatimu tetap meracau bebas
Entah bersorak bagai awan berarak ataukah
Merundung bergelayut mendung
Aku tahu tatapmu tak pernah lena
Mencari setiap bayangku begitu rupa
Diammu begitu utuh, hingga …
Tak lagi kubiarkan matamu telanjangi bayang dan jejakku
Bongkahan hatikupun meracau bebas sepertimu
Entah bersorak bagai awan berarak ataukah
Merundung bergelayut mendung
Satu sudut yang tak pernah ku mengerti
Mengapa masih ada harap dalam dadamu
Meski kau tahu, kau tak mau
Jika saja kau mau tentu kau mampu
Jangan kau bebaskan lecutan tawamu
Karena ku tak kan lagi pernah peduli tawa mu mencuat
Namun mengapa sangat sulit ku lakukan itu ???
Aaaaah …. Pecut …
Pesonamu sungguh tak lagi utuh …
Oleh : Lia Kurniawati
Bandung, 7 November 2015 - 22.10 WIB

Tidak ada komentar:
Posting Komentar