jadi, bagaimana jika segala tulisan yang kububuhkan ternyata benar aku tujukan untuk seseorang?
bagaimana jika segala kata yang terukir sebenarnya ingin sekali untuk kamu (yang kutujukan) tengok?
lalu, bagaimana jika segalanya hanya ada dalam ruang imajinasiku semata? bahwa sebenarnya
segalanya tak pernah nyata. mengenai rasa sakitnya, rasa bahagia, maupun rindu yang berpendar-pendar hanyalah sebuah khayalan saja?
kamu, terus saja berspekulasi dari segala tulisan yang aku biarkan berada di sini dan coba untuk kamu
nikmati saat ini. mengenai fakta yang berada di balik segala tulisan yang tercipta, biarkan aku saja
yang menyimpannya, bukankah lebih baik begitu? kamu, bebas menafsirkan apapun yang kamu
inginkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar